Postingan

AMIR HAMZAH. SERI BUKU SAKU TEMPO: TOKOH SENI DALAM PUSARAN POLITIK

Gambar
DIA konsisten mengamalkan amanat Kongres Pemuda II Oktober 1928 yang menahbiskan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Ketika Belanda berusaha mengubur bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, dia tetap berjuang mempopulerkan bahasa itu di masyarakat.


Dialah Amir Hamzah, raja penyair Pujangga Baru. Bermacam puisi, prosa, dan sajak lantas dia anggit dalam bahasa Indonesia. Terhimpun dalam Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu, kata-kata sajaknya berkesan kemas, ganas, tajam, dan pendek.


Meski turut memperjuangkan kebebasan negeri ini dari kolonialisme, dia dituduh pernah menjadi intel Belanda. Dia pun terjepit di antara  silsilah keturunan bangsawan dan gelombang keberpihakan kepada Indonesia. Ketika Republik belum genap berusia setahun, Amir Hamzah menjadi tumbal dalam Revolusi Langkat di Sumatera Timur pada 1946.


Kisah tentang Amir Hamzah adalah jilid pertama seri "Tokoh Seni dalam Pusaran Politik" yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo, Agustus 2017. Seria…

SEMUA ADA SAATNYA. SENI MENIKMATI HIDUP LEBIH SEIMBANG

Gambar
Hidup itu tidak selamanya serius. Harus ada saat-saat senggang, walau hanya sebentar. Tujuannya agar hidup selalu bergairah, termotivasi dan tidak bosan memulai hari-hari panjang yang monoton. Itulah sebabnya, ayat-ayat dalam Al-Qur’an pun, tidak semuanya berisi perintah dan larangan semata, tetapi juga ada selingan cerita ringan untuk menjadi pelajaran. Bahkan surat Yusuf itu turun berawal dari permintaan sebagian sahabat yang merasa ‘lelah’ dengan beban-beban syariat. Lalu, Allah menurunkan cerita Yusuf secara panjang lebar.

Karena memang begitu. Tabiat manusia cenderung ingin santai. Agama pun tidak melarang seorang untuk menghadirkan suasana santai dalam aktivitas beratnya. Yang salah adalah ketika waktu serius dipakai bercanda dan waktu bercanda dipakai serius.

Buku “Semua Ada Saatnya” ini, mengajak para pembaca untuk lebih menikmati hidup dengan membaca kisah-kisah menarik dan santai yang sangat menginspirasi dan memberi semangat. Tentu, agar stamina spiritual iman Anda selalu …

Perang Pizza! Mencari Yang Terenak (Feat. Atta Halilintar) (Remake Raditya Dika)

Gambar

MERANTAU, TINGGALKAN ZONA NYAMANMU!

Gambar
MERANTAU, TINGGALKAN ZONA NYAMANMU! Oleh: Rio Alfajri
“Bumi Allah ibarat sebuah buku, jika Anda tidak menjelajahinya, Anda hanya membaca satu halaman.”
Menjadi perantau memang tidak mudah. Butuh keberanian tingkat tinggi untuk meninggalkan zona nyaman di kampung halaman. Tapi tenang kawan-kawan, ada mantra sakti mandraguna yang akan membuat kita kuat menghadapi tantangan-tantangan yang menghadang. Mantranya adalah, There is no comfort in growth zone and there is no growth in comfort zone.

Setelah memahami alasan dan pentingnya merantau, Anda perlu memahami persiapan untuk memantapkan langkah. Tentu tidak semuanya berjalan lancar. Anda tidak perlu khawatir.

Buku Merantau, Tinggalkan Zona Nyamanmu! Memberi berbagai tip dan trik agar kehidupan merantau Anda menjadi lebih indah. Buku ini juga memaparkan kebiasaan yang bermanfaat di perantauan agar Anda tidak menyesal di hari tua nanti. Siapkah Anda menemukan jalan kesuksesan? Merantaulah.

KUTIPAN PILIHAN #ANAKKOSDAILY

“Sejauh kau pergi, s…

Kenapa Pendidikan Indonesia Belum Maju?

Gambar
Kenapa Pendidikan Indonesia Belum Maju? Oleh: Kok Bisa

Rumah Kaca

Gambar
“Betapa bedanya bangsa-bangsa Hindia ini dari bangsa Eropa. Di sana setiap orang yang memberikan sesuatu yang baru pada umat manusia dengan sendirinya mendapatkan tempat yang selayaknya di dunia dan di dalam sejarahnya. Di Hindia, pada bangsa-bangsa Hindia, nampaknya setiap orang takut tak mendapat tempat dan berebutan untuk menguasainya.” - Pramoedya Ananta Toer –
Roman Tetralogi Buru mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama Indonesia di awal abad ke-20. Dengan membacanya, waktu kita dibalikkan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergerakan nasional mula-mula.

Kehadiran roman sejarah ini, bukan saja dimaksudkan untuk mengisi sebuah episode berbangsa yang berada di titik persalinan yang pelik dan menentukan, namun juga mengisi isu kesusasteraan yang sangat minim menggarap periode pelik ini. Karena itu hadirnya roman ini memberi bacaan alternatif kepada kita untuk melihat jalan dan gelombang sejarah secara lain dari sisinya yang berbeda.

Tetralogi ini dibagi …

KECANDUAN SMARTPHONE BISA MEMBODOHKANMU!

Gambar